KOMUNIKASI INTERPERSONAL PETUGAS KESEHATAN DALAM KEGIATAN POSYANDU DI WILAYAH KERJA PUSKESMAS MUARA SIBERUT KABUPATEN MENTAWAI

Posyandu memiliki peran penting dalam memonitor kesehatan masyarakat terutama anak balita dan ibu hamil. Kegagalan petugas dalam membangun komunikasi yang efektif dengan pengguna jasa posyandu dapat berdampak buruk terhadap keberadaan posyandu. Kader dan petugas kesehatan Puskesmas Muara Siberut di...

Full description

Saved in:
Bibliographic Details
Main Authors: Evi Ester Hutagaol (Author), Helfi Agustin (Author)
Format: Book
Published: Andalas University, Faculty of Public Health, 2012-03-01T00:00:00Z.
Subjects:
Online Access:Connect to this object online.
Tags: Add Tag
No Tags, Be the first to tag this record!
Description
Summary:Posyandu memiliki peran penting dalam memonitor kesehatan masyarakat terutama anak balita dan ibu hamil. Kegagalan petugas dalam membangun komunikasi yang efektif dengan pengguna jasa posyandu dapat berdampak buruk terhadap keberadaan posyandu. Kader dan petugas kesehatan Puskesmas Muara Siberut di Kepulauan Mentawai sering kesulitan mengajak masyarakat agar rajin datang ke posyandu, sehingga pencapaian program (cakupan D/S) cenderung mengalami penurunan. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan komunikasi interpersonal tenaga kesehatan dalam kegiatan posyandu.Penelitian bersifat kualitatif, informan adalah ibu pengunjung posyandu, kader, petugas kesehatan penanggungjawab wilayah posyandu dan tokoh masyarakat. Pengumpulan data dengan metode wawancara mendalam, FGD dan observasi partisipan. Analisis data dilakukan dengan menggunakan analisis content. Hasil penelitian adalah komunikasi interpersonal tenaga kesehatan dengan pengunjung posyandu tidak berjalan dengan baik, ditandai dengan persepsi negatif terhadap komunikasipetugas, komunikasi tidak memberi dampak yang baik untuk masyarakat, gaya komunikasi satu arah, serta interaksi menjadi hambatan komunikasi. Dinas Kesehatan perlu mengadakan pelatihan komunikasi untuk tenaga kesehatan. Tenaga kesehatan dan kader disarankan untuk memperbaiki sikap, menggunakan bahasa yang bersahabat dalam melakukan komunikasi dengan klien. Tokoh masyarakat diharapkan ikut aktif dalam mengawasiperkembangan posyandu.
Item Description:1978-3833
2442-6725
10.24893/jkma.v6i2.97