PENERAPAN PENDEKATAN KONTEKSTUAL UNTUK MENINGKATKAN PEMAHAMAN KONSEP JARING-JARING KUBUS DAN BALOK SEKOLAH DASAR : Penelitian Tindakan Kelas Dilaksanakan pada Kelas V SDIT Al-Hasyimiyah Kecamatan Bojonggede Kabupaten Bogor Tahun Ajaran 2013/2014
Penelitian ini berjudul "Penerapan Pendekatan Kontekstual Untuk Meningkatkan Pemahaman Konsep Jaring-jaring Kubus dan Balok Sekolah Dasar". Bertujuan untuk meningkatkan pemahaman konsep siswa dengan menerapkan pendekatan kontekstual. Subjek yang dikenai tindakan yaitu siswa kelas V yang be...
Saved in:
Main Author: | |
---|---|
Format: | Book |
Published: |
2014-08-15.
|
Subjects: | |
Online Access: | Link Metadata |
Tags: |
Add Tag
No Tags, Be the first to tag this record!
|
Summary: | Penelitian ini berjudul "Penerapan Pendekatan Kontekstual Untuk Meningkatkan Pemahaman Konsep Jaring-jaring Kubus dan Balok Sekolah Dasar". Bertujuan untuk meningkatkan pemahaman konsep siswa dengan menerapkan pendekatan kontekstual. Subjek yang dikenai tindakan yaitu siswa kelas V yang berjumlah 17 siswa pada tahun pelajaran 2013/2014 di SDIT Al-Hasyiniyah Kecamatan Bojonggede Kabupaten Bogor. Metode penelitian yang digunakan dalam penelitian ini yaitu Penelitian Tindakan Kelas (PTK) yang dimulai dari perencanaan, pelaksanaan, observasi dan refleksi kemudian dibuat perencanaan perbaikan yang digunakan dalam siklus selanjutnya. Penelitian ini dilakukan sebanyak dua siklus. Adapun instrumen pengumpulan data berupa tes siklus, dan lembar observasi. Tes digunakan untuk mengetahui peningkatan pemahaman konsep siswa setelah pelaksanaan tindakan pembelajaran, lembar observasi guru/peneliti serta siswa digunakan untuk mengobservasi keterlaksanaan pembelajaran yang dilakukan oleh peneliti/guru. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pemahaman konsep siswa setelah dilakukan tindakan pembelajaran mengalami peningkatan. Penerapan pendekatan kontekstual dalam pembelajaran mencakup tujuh prinsip yaitu: Kontruktivisme, bertanya (Questioning), Menemukan (Inquiry), Masyarakat belajar (Learning Community), Pemodelan (Modelling), Refleksi ( Reflection) dan Penilaian sebenarnya (Authentic Assessment).Tetapi Penilaian sebenarnya (Authentic Assessment) tidak digunakan pada penelitian ini karena keterbatasan waktu. Adapun saran bagi guru adalah hendaklah menerapkan pendekatan kontekstual pada pembelajaran agar pemahaman konsep siswa meningkat. Sedangkan untuk peneliti hendaknya melanjutkan dan mengembangkan pendekatan kontekstual untuk mata pelajaran lainnya. |
---|---|
Item Description: | http://repository.upi.edu/12944/1/S_PGSD_1008105_Title.pdf http://repository.upi.edu/12944/2/S_PGSD_1008105_Table_of_content.pdf http://repository.upi.edu/12944/3/S_PGSD_1008105_Abstract.pdf http://repository.upi.edu/12944/4/S_PGSD_1008105_Chapter1.pdf http://repository.upi.edu/12944/5/S_PGSD_1008105_Chapter2.pdf http://repository.upi.edu/12944/6/S_PGSD_1008105_Chapter3.pdf http://repository.upi.edu/12944/7/S_PGSD_1008105_Chapter4.pdf http://repository.upi.edu/12944/8/S_PGSD_1008105_Chapter5.pdf http://repository.upi.edu/12944/9/S_PGSD_1008105_Bibliography.pdf http://repository.upi.edu/12944/10/S_PGSD_1008105_Appendix.pdf |