PENERAPAN METODE TALKING STICK UNTUK MENINGKATKAN KEMAMPUAN BERPIKIR KRITIS SISWA PADA PEMBELAJARAN IPS MATERI MENGENAL PERMASALAHAN SOSIAL DI DAERAHNYA : Penelitian Tindakan Kelas di Kelas IV Sekolah Dasar Negeri 2 Suntenjaya Kabupaten Bandung Barat Semester 2 Tahun Ajaran 2013-2014

Penelitian ini dilatarbelakangi oleh kurangnya kemampuan berpikir kritis siswa pada pembelajaran IPS. Hal ini ditandai dengan keadaan siswa yang kurang berpartisipasi ketika guru memberikan waktu untuk bertanya jawab. Siswa tidak banyak bertanya dan menjawab pertanyaan, dikarenakan siswa tidak perca...

Full description

Saved in:
Bibliographic Details
Main Author: Karmila, Neng (Author)
Format: Book
Published: 2014-07-14.
Subjects:
Online Access:Link Metadata
Tags: Add Tag
No Tags, Be the first to tag this record!
Description
Summary:Penelitian ini dilatarbelakangi oleh kurangnya kemampuan berpikir kritis siswa pada pembelajaran IPS. Hal ini ditandai dengan keadaan siswa yang kurang berpartisipasi ketika guru memberikan waktu untuk bertanya jawab. Siswa tidak banyak bertanya dan menjawab pertanyaan, dikarenakan siswa tidak percaya diri, malu dan ragu untuk menjawab dan membuat pertanyaan. Dalam kegiatan pembelajaran IPS biasanya siswa hanya mengafal dan mencatat materi dari pada berpikir kritis dengan cara membuat atau menjawab pertanyaan. Pembelajaran IPS yang masih berpusat pada guru membuat siswa kurang antusias dalam mengikuti pembelajaran. Sehingga peneliti menerapkan metode Talking Stick agar siswa tidak ribut, tidak bosan dan kelas menjadi kondusif. Penelitian ini dilaksanakan di SDN 2 Sutenjaya Lembang dengan subjek penelitian siswa kelas IV. Tujuan penelitian ini adalah untuk mendeskripsikan perencanaan, aktivitas dan peningkatan kemampuan berpikir kritis siswa pada pembelajaran IPS materi mengenal permasalahan sosial di daerahnya dengan menggunakan metode talking stick . Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah Penelitian Tindakan Kelas (Classroom Action Research) yang diadaptasi dari Kemmis dan Taggart (dalam Wiriaatmadja, 2012, hlm. 66) . Dengan teknik pengumpulan data menggunakan soal tes, lembar observasi aktivitas guru dan siswa, catatan lapangan, rekaman dan wawancara. Penelitian ini dilaksanakan dalam dua siklus yang terdiri dari perencanaan, pelaksanaan, observasi dan refleksi. Hasil penelitian menunjukkan adanya peningkatan dalam aktivitas pembelajaran maupun kemampuan berpikir kritis siswa. Pada pelaksanaan siklus I siswa yang mampu membuat pertanyaan sebesar 56%. Siswa yang menggunakan kata tanya bagaimana atau mengapa sebesar 16%. Siswa yang mengunakan kata tanya apa sebesar 40%. Dan siswa yang tidak membuat pertanyaan sebesar 44%. Dengan pertanyaan yang dapat dijawab sebesar 28%. Pada pelaksanaan siklus II siswa yang mampu membuat pertanyaan sebesar 89,66%. Siswa yang membuat pertanyaan menggunakan kata tanya bagaimana atau mengapa sebesar 48,3%. Siswa yang membuat pertanyaan mengunakan kata tanya apa sebesar 41,38%. Dan siswa yang tidak membuat pertanyaan sebesar 10,34%. Dengan pertanyaan yang dapat dijawab sebesar 44,83%.
Item Description:http://repository.upi.edu/12973/1/S_PGSD_1003426_Title.pdf
http://repository.upi.edu/12973/2/S_PGSD_1003426_Table_of_content.pdf
http://repository.upi.edu/12973/3/S_PGSD_1003426_Abstract.pdf
http://repository.upi.edu/12973/4/S_PGSD_1003426_Chapter1.pdf
http://repository.upi.edu/12973/5/S_PGSD_1003426_Chapter2.pdf
http://repository.upi.edu/12973/6/S_PGSD_1003426_Chapter3.pdf
http://repository.upi.edu/12973/7/S_PGSD_1003426_Chapter4.pdf
http://repository.upi.edu/12973/8/S_PGSD_1003426_Chapter5.pdf
http://repository.upi.edu/12973/9/S_PGSD_1003426_Bibliography.pdf
http://repository.upi.edu/12973/10/S_PGSD_1003426_Appendix.pdf