Peran Sekolah Dalam Membina Karakter Anti Kekerasan Di Kalangan Pelajar :Studi Kasus di SMA Pasundan 2 Bandung
Salah satu tujuan dari pendidikan di sekolah adalah menjadikan siswa siswinya untuk mempunyai karakter yang baik melalui proses pembinaan karakter. Bermacam upaya dilakukan pihak sekolah baik guru maupun kerjasamanya dengan orang tua siswa dalam mengawasi perkembangan anak-anaknya agar tidak terpeng...
Saved in:
Main Author: | |
---|---|
Format: | Book |
Published: |
2014-02-04.
|
Subjects: | |
Online Access: | Link Metadata |
Tags: |
Add Tag
No Tags, Be the first to tag this record!
|
Summary: | Salah satu tujuan dari pendidikan di sekolah adalah menjadikan siswa siswinya untuk mempunyai karakter yang baik melalui proses pembinaan karakter. Bermacam upaya dilakukan pihak sekolah baik guru maupun kerjasamanya dengan orang tua siswa dalam mengawasi perkembangan anak-anaknya agar tidak terpengaruh oleh tindakan kekerasan. Pada lembaga pendidikan saat ini pun selalu berusaha menanamkan karakter baik pada siswanya. Salah satu lembaga tersebut adalah SMA Pasundan 2 Bandung. Sekolah ini mempunyai tujuan menghasilkan peserta didik yang mempunyai karakter baik yang di masa depannya akan menjadi generasi membanggakan bagi bangsa maupun negara. Penelitian ini mengungkapkan beberapa rumusan masalah, yaitu: (1) Bagaimana peran guru PKn dan PAI dalam mengintegritaskan pendidikan karakter anti kekerasan dikalangan siswa; (2) Bagaimana integrasi PKn sebagai mata pelajaran dalam membina karakter anti kekerasan dikalangan siswa; (3) Bagaimana suatu pembudayaan yang dilakukan sekolah dalam membina karakter anti kekerasan di kalangan siswa; (4) Bagaimana penciptaan suasana kondusif dalam membina karakter anti kekerasan dikalangan siswa. Pendekatan yang digunakan dalam penelitian ini adalah pendekatan kualitatif, dan metode yang digunakan adalah studi kasus. Pengumpulan data diperoleh melalui wawancara, observasi, studi dokumentasi, catatan lapangan dan studi literatur. Lokasi yang digunakan dalam penelitian ini adalah SMA Pasundan 2 Bandung. Berdasarkan hasil penelitian yang peneliti lakukan menunjukkan bahwa: (1) Guru mata pelajaran Pendidikan Kewarganegaraan (PKn) dan Pendidikan Agama Islam (PAI) harus mampu mengintegrasikan nilai-nilai serta moral baik dalam materi pembelajaran. (2) Integrasi PKn sebagai mata pelajaran dalam membina karakter anti kekerasan dilakukan dengan menanamkan nilai moral Pancasila dan UUD 1945 untuk menjadikan siswa sebagai warga negara yang berkarakter sesuai dengan nilai-nilai yang tertuang dalam Pancasila. (3) Pembudayaan yang dilakukan sekolah dalam membina karakter anti kekerasan di kalangan siswa dimaksudkan agar para siswa memiliki karakter yang memahami nilai-nilai agama dan lebih mendekatkan diri kepada Allah. (4) Penciptaan suasana kondusif dalam membina karakter anti kekerasan di kelas pada saat pembelajaran adalah usaha yang dilakukan dalam mencapai tujuan pengajaran. |
---|---|
Item Description: | http://repository.upi.edu/7424/1/S_PKN__0904042_Title.pdf http://repository.upi.edu/7424/2/S_PKN__0904042_Abstract.pdf http://repository.upi.edu/7424/3/S_PKN__0904042_Table_of_content.pdf http://repository.upi.edu/7424/4/S_PKN__0904042_Chapter1.pdf http://repository.upi.edu/7424/5/S_PKN__0904042_Chapter2.pdf http://repository.upi.edu/7424/6/S_PKN__0904042_Chapter3.pdf http://repository.upi.edu/7424/7/S_PKN__0904042_Chapter4.pdf http://repository.upi.edu/7424/8/S_PKN__0904042_Chapter5.pdf http://repository.upi.edu/7424/12/S_PKN__0904042_Bibliography.pdf http://repository.upi.edu/7424/9/S_PKN__0904042_Appendix1.pdf http://repository.upi.edu/7424/10/S_PKN__0904042_Appendix2.pdf http://repository.upi.edu/7424/11/S_PKN__0904042_Appendix3.pdf |