VEKTOR-VEKTOR PERCEPATAN INTERNALISASI NILAI KREATIVITAS SISWA DI SEKOLAH : Studi Kasus Pendekatan Model Deskriptif Deterministik di SMA Negeri 1 Tasikmalaya
Sekolah sebagai lembaga pendidikan sangat strategis dalam mengembangkan dan memupuk kreativitas para siswa. Pengembangan kreativitas siswa ini harus dilakukan dalam sebuah setting proses pendidikan yang kreatif di sekolah, yang melibatkan seluruh komponen sekolah yaitu kepala sekolah, guru, infrastr...
Saved in:
Main Author: | |
---|---|
Format: | Book |
Published: |
2005-01-06.
|
Subjects: | |
Online Access: | Link Metadata |
Tags: |
Add Tag
No Tags, Be the first to tag this record!
|
MARC
LEADER | 00000 am a22000003u 4500 | ||
---|---|---|---|
001 | repoupi_76725 | ||
042 | |a dc | ||
100 | 1 | 0 | |a Tantan Suhartana, - |e author |
245 | 0 | 0 | |a VEKTOR-VEKTOR PERCEPATAN INTERNALISASI NILAI KREATIVITAS SISWA DI SEKOLAH : Studi Kasus Pendekatan Model Deskriptif Deterministik di SMA Negeri 1 Tasikmalaya |
260 | |c 2005-01-06. | ||
500 | |a http://repository.upi.edu/76725/1/T_PU_029442_Title.pdf | ||
500 | |a http://repository.upi.edu/76725/2/T_PU_029442_Chapter1.pdf | ||
500 | |a http://repository.upi.edu/76725/3/T_PU_029442_Chapter2.pdf | ||
500 | |a http://repository.upi.edu/76725/4/T_PU_029442_Chapter3.pdf | ||
500 | |a http://repository.upi.edu/76725/5/T_PU_029442_Chapter4.pdf | ||
500 | |a http://repository.upi.edu/76725/6/T_PU_029442_Chapter5.pdf | ||
500 | |a http://repository.upi.edu/76725/7/T_PU_029442_Bibliography.pdf | ||
500 | |a http://repository.upi.edu/76725/8/T_PU_029442_Appendix.pdf | ||
520 | |a Sekolah sebagai lembaga pendidikan sangat strategis dalam mengembangkan dan memupuk kreativitas para siswa. Pengembangan kreativitas siswa ini harus dilakukan dalam sebuah setting proses pendidikan yang kreatif di sekolah, yang melibatkan seluruh komponen sekolah yaitu kepala sekolah, guru, infrastruktur, proses belajar mengajar dll. Penelitian yang dilaksanakan di SMA Negeri 1 Tasikmalaya ini bertujuan untuk memperoleh gambaran tentang vektor-vektor yang mempercepat terjadinya proses internalisasi nilai kreativitas siswa dalam setting proses pendidikan di SMA Negeri 1 Tasikmalaya. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif, dengan beberapa instrumen untuk pengambilan data, seperti, observasi, wawancara dan studi dokumentasi. Ada lima pertanyaan penelitian yang diajukan sebagai penjabaran dari fokus penelitian yang meliputi persoalan; (1). Upaya-upaya yang dilakukan pihak sekolah dalam proses internalisasi nilai kreativitas siswa di SMA Negeri 1 Tasikmalaya, (2). Bagaimana implikasi dari upaya-upaya tersebut terhadap proses internalisasi nilai kreativitas siswa di SMA Negeri 1 Tasikmalaya (3). Vektorvektor yang mempercepat terjadinya proses internalisasi nilai kreativitas siswa di SMA Negeri 1 Tasikmalaya (4). Kendala-kendala yang menghambat proses internalisasi nilai kreativitas siswa di SMA Negeri 1 Tasikmalaya (5) Upayaupaya yang dilakukan pihak sekolah dalam mengatasi kendala proses internalisasi nilai kreativitas siswa di SMA Negeri 1 Tasikmalaya. Terdapat beberapa temuan dalam penelitian ini. (1). Upaya-upaya yang dilakukan untuk memunculkan kreativitas siswa di SMA Negeri 1 Tasikmalaya adalah: a. Kegiatan intrakurikuler yang terdiri dari: 1). Penataan ruangan kelas yang kreatif; 2). Melalui proses belajar mengajar variatif; b. Kegiatan esktrakurikuler; c). Pengupayaan terbentuknya iklim sekolah yang kondusif melalui: 1) Penataan fisik sekolah; 2) Menciptakan interaksi sosial yang edukatif, demokratis, bersahabat, dantransparan; 3). Menumbuhkan budaya berprestasi dan iklim yang kompetitif; 4). Meningkatkan fungsi dan peran Organisasi Siswa Intra Sekolah (OSIS). (2). Implikasi dari upaya tersebut adanya proses internalisasi nilai yang menjadi landasan lahirnya prilaku kreatif siswa, misalnya nilai keberanian menggagas sesuatu yang baru, keberanian bertindak yang baik; keyakinan akan kemampuan diri, kesadaran diri untuk berprestasi di sekolah; (3). Vektor-vektor yang mempercepat proses internalisasi nilai kreativitas diantaranya: 1). vektor sikap guru yang terbuka, bersahabat, demokratis; 2). vektor kekondusivan situasi pendidikan yaitu dengan adanya: budaya kreatif-prestatif (disiplin, belajar, membaca, diskusi) adanya iklim kompetitif yang sehat; (4). Ada dua kendala yang menghambat proses internalisasi nilai kreativitas siwa yaitu pertama kurangnya kesadaran diri dari para pengelola sekolah terhadap pentingnya proses pendidikan kreatif; kedua, masalah keterbatasan sarana dan prasarana termasuk alat teknologi yang memadai; (5). Upaya-upaya untuk mengatasi kendala tersebut adalah 1). perbaikan infrastruktur sekolah secara kuantitas dan kualitas; 2). Peningkatanpelayanan pembinaan dan bimbinganbakat dan minat siswa. | ||
546 | |a en | ||
546 | |a en | ||
546 | |a en | ||
546 | |a en | ||
546 | |a en | ||
546 | |a en | ||
546 | |a en | ||
546 | |a en | ||
690 | |a L Education (General) | ||
655 | 7 | |a Thesis |2 local | |
655 | 7 | |a NonPeerReviewed |2 local | |
787 | 0 | |n http://repository.upi.edu/76725/ | |
787 | 0 | |n http://repository.upi.edu | |
856 | |u https://repository.upi.edu/76725 |z Link Metadata |