MODEL PEMBELAJARAN LOGIKA UNTUK MENINGKATKAN KEMAMPUAN BERPIKIR LOGIS : Kuasi-Eksperimen Peningkatan Penalaran Melalui Pembelajaran Logika Ibnu Sina Bagi Mahasiswa Fakultas Pendidikan Ilmu Pengetahuan Sosial Universitas Pendidikan Indonesia

To serve the purpose an experiment had been set up in Economic Department, Faculty of Social Sciences, Indonesia University of Education, in which the first year students served to be the subjects of the study. Besides this quantitative design, qualitative research procedures had also been done to c...

Full description

Saved in:
Bibliographic Details
Main Author: Suresman, Edi (Author)
Format: Book
Published: 2010-11-04.
Subjects:
Online Access:Link Metadata
Tags: Add Tag
No Tags, Be the first to tag this record!
Description
Summary:To serve the purpose an experiment had been set up in Economic Department, Faculty of Social Sciences, Indonesia University of Education, in which the first year students served to be the subjects of the study. Besides this quantitative design, qualitative research procedures had also been done to collect complementary data required to assess the appropriateness of the model resulted. The logics experimented in this research was developed on the bases of (1) Kitab Al-Hidayah, (2) Kitab Fi Sabili Mausu'ah Falsafiah, (3) Kitab Asy-Syifa, (4), Kitab An-Najah, (5) Kitab Al-Isyarat wat Tanbihat, (6) Kitab Al Mantiq As-Sinawi, and (7) The Book of Avecinna. The data were collected through test of reasoning, learning process evaluation, and document analsysis. The quantitative data resulted were then analyzed using statistical testings, while the qualitative data were analyzed through the use of two philosophical approaches: phenomenology and hermeneutics. The results of the analysis shows that there is a significant difference in reasoning level between students using the experimented educational model and those using the existing educational model. It is also showed that the logics of Avecinna (1) may serve as "the key" to the understanding of several disciplines, (2) is subdivided into 9 parts, and (3) employs deductive and inductive approaches. The research also shows that The Avecinna model includes thinking and debating, pairing and sharing; and that the lecturer involved has the following characteristics: capable, planner, motivator, developer, and innovator. In conclusion, the research has been successful in developing an educational model based on the logics of Avecinna which may be used for the enhancement of students' potentials in logical thinking and sound reasoning. However, as this study is very limited both in terms of the scope and of the sites, more specific and focused studies on other aspects of philisophy of education based on Avecinna logics need to be conducted. Masalah pokok dalam penelitian ini adalah: "Model Pendidikan yang bagaimana yang bisa meningkatkan keterampilan penalaran bagi mahasiswa Fakultas Pendidikan Ilmu Pengetahuan Sosial Universitas Pendidikan Indonesia? Tujuan dari penelitian ini adalah untuk menghasilkan model pembelajaran Logika Ibnu Sina bagi mahasiswa FPIPS UPI, khususnya Jurusan Pendidikan Ekonomi yang didasarkan pada kelompok kompetensi yang akan dicapai pada satu periode tertentu. Sumber pemikiran Ibnu Sina yang dijadikan rujukan peneliti dalam menggali Ilmu Menalar (Logika) ini adalah : (1) Kitab Al-Hidayah; (2) Kitab Fi Sabili Mausu'ah Falsafiah; (3) Kitab Asy-Syifa; (4) Kitab An-Najah; (5) Kitab Al-Isyarat Wat Tanbihat; (6) Kitab Al-Mantiq As-Sinawi; dan (7) Buku Avicenna. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah kuasi-eksperimen yang didahului dengan metode fenomenologi dan hermeneutik. Adapun langkah-langkah eksperimennya adalah: (1) mengidentifikasi bermacam-macam variabel yang relevan; (2) mengidentifikasi variabel-variabel non eksperimental; (3) menentukan rancangan eksperimen; (4) memilih subjek yang representatif dan merancang kelas kelompok kontrol serta kelas kelompok eksperimen; (5) merancang perlakuan dan kontrol; (6) Menyusun instrumen tes dan memvalidasinya; (7) merancang prosedur pengumpulan data; (8) melaksanakan eksperimen; (9) mengatur data kasar; (10) menerapkan tes signifikansi; (11) membuat interpretasi mengenai hasil tes, dan (12) menulis laporannya dalam rangka penulisan disertasi. Penelitian ini menghasilkan kesimpulan sebagai berikut: (1) Terdapat perbedaan yang signifikan tingkat penalaran peserta didik yang mendapat perlakuan dengan penalaran peserta didik kelompok kontrol; (2) Logika Ibnu Sina terbagi menjadi sembilan bagian, yaitu: pengantar, kategori sepuluh, proposisi, silogisme, demonstrasi, dialektika, retorika, poetika, dan sophistika; pendekatan yang digunakan dalam Logika Ibnu Sina adala deduktif dan induktif; (3) model pembelajaran Logika Ibnu Sina yang dapat digunakan adalah model pembelajaran debat dan model pembelajaran think, pair and share; (4) kriteria dosen yang dapat memberikan materi Logika Ibnu Sina adalah mereka yang memiliki sifat-sifat capable personal, depelover, motivator, innovator, dan planner; (5) dalam hal evaluasi diberikan bentuk pertanyaan yang mengandung logika untuk mengukur tingkat kecerdasan peserta didik atau sejenis tes potensi akademik atau psikotes; dan (6) gambaran realitas ideal bagi mahasiswa yang sudah mendapatkan pembelajaran Logika Ibnu Sina adalah mampu mengikuti dengan mudah belajar yang lain dan mendapatkan prestasi lebih baik dibanding yang tidak belajar logika. Akhirnya penelitian ini merekomendasikan untuk perlunya penelitian lanjutan yang lebih spesifik dan fokus tentang filsafat pendidikan di Indonesia, khususnya di UPI yang didasarkan pada gagasan Logika Ibnu Sina.
Item Description:http://repository.upi.edu/7947/1/d_pu_056030_table_of_content%281%29.pdf
http://repository.upi.edu/7947/2/d_pu_056030_chapter1%281%29.pdf
http://repository.upi.edu/7947/3/d_pu_056030_chapter2.pdf
http://repository.upi.edu/7947/4/d_pu_056030_chapter3.pdf
http://repository.upi.edu/7947/5/d_pu_056030_chapter4%281%29.pdf
http://repository.upi.edu/7947/6/d_pu_056030_chapter5%281%29.pdf
http://repository.upi.edu/7947/7/d_pu_056030_bibliography%281%29.pdf