RAGAM BAHASA REMAJA : Studi Morfologis terhadap pemakaian Bahasa oleh Remaja dalam Media Jejaring Sosial Facebook

Ragam bahasa remaja dalam Facebook memiliki fitur khusus, yaitu singkat, lincah dan kreatif. Kata-kata yang digunakan cenderung pendek, sementara kata yang panjang akan dipersingkat dengan proses morfologis. Afiksasi dan abreviasi merupakan proses morfologis yang sering digunakan para remaja. Misaln...

Full description

Saved in:
Bibliographic Details
Main Author: Ultima, Runtun Rima (Author)
Format: Book
Published: 2012-08-02.
Subjects:
Online Access:Link Metadata
Tags: Add Tag
No Tags, Be the first to tag this record!
Description
Summary:Ragam bahasa remaja dalam Facebook memiliki fitur khusus, yaitu singkat, lincah dan kreatif. Kata-kata yang digunakan cenderung pendek, sementara kata yang panjang akan dipersingkat dengan proses morfologis. Afiksasi dan abreviasi merupakan proses morfologis yang sering digunakan para remaja. Misalnya, kata kenapa menjadi napa, mengedit menjadi ngedit, harapan kosong menjadi harkos, ya sudah menjadi yasud, happy birthday menjadi hbd dan lain sebagainya. Penulis melihat perkembangan morfologi dalam Facebook sangatlah kaya. Oleh karena itu, penulis tertarik untuk meneliti proses morfologis bahasa remaja dalam Facebook. Adapun tujuan dari penelitian ini adalah ingin mengetahui proses morfologis bahasa remaja dalam Facebook yang berkaitan dengan afiksasi dan abreviasi. Selain itu juga penelitian ini juga bermaksud ingin mengetahui ciri ragam bahasa remaja yang kaitannya dengan tingkat pendidikan mereka. Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif kualitatif yang berlandaskan teori morfologi. Data penelitian ini berupa kosakata, morfem, kata, dan frasa yang berwujud "status" dan komentar yang digunakan dalam berkomunikasi antar remaja pengguna Facebook. Subjek penelitian ini adalah remaja pengguna Facebook, yang terdiri atas 30 orang meliputi siswa SMP, SMA, dan Perguruan Tinggi. Hasil temuan dan pembahasan menunjukan bahwa perubahan afiksasi bahasa gaul ini tergantung pada kelompok bunyi yang dihadapi afiks tersebut. Sedangkan pada bagian abreviasi, terdapat 3 pola singkatan, 8 pola akronim dan 6 pola kontraksi. Selain itu, pada setiap jenjang pendidikan para remajanya memiliki ciri yang agak berbeda. Terakhir, terungkap pula bahwa semakin tinggi jenjang pendidikan seseorang maka akan semakin kaya dan kreatif kata-kata yang mereka gunakan, sebaliknya semakin rendah pendidikan seseorang maka semakin sedikit dan sederhana kata-kata yang mereka gunakan. Kata kunci: ragam bahasa remaja, bahasa remaja, remaja, proses morfologis, afiksasi, abreviasi
Item Description:http://repository.upi.edu/8166/1/t_ling_0907542_table_of_content.pdf
http://repository.upi.edu/8166/2/t_ling_0907542_chapter1.pdf
http://repository.upi.edu/8166/3/t_ling_0907542_chapter2.pdf
http://repository.upi.edu/8166/4/t_ling_0907542_chapter3.pdf
http://repository.upi.edu/8166/5/t_ling_0907542_chapter4.pdf
http://repository.upi.edu/8166/6/t_ling_0907542_chapter5.pdf
http://repository.upi.edu/8166/7/t_ling_0907542_bibliography.pdf