PERSEPSI MAHASISWA TENTANG KETERLIBATAN CALON GUBERNUR YANG BERLATAR BELAKANG MILITER DALAM PEMILIHAN GUBERNUR JAWA BARAT(Studi Kasus Terhadap Pandangan Aktivis Badan Eksekutif Mahasiswa ITB, UNPAD dan UPI Bandung Tentang Calon Gubernur dengan Latar Belakang Militer Pada Pemilihan Gubernur Jawa Barat 2008)

Yayan. Agus. 2008. Keterlibatan Militer dalam Pemilihan Umum (Studi Kasus Terhadap Pandangan Aktivis Badan Ekesekutif Mahasiswa ITB, UNPAD dan UPI Bandung Tentang Calon Gubernur dengan Latar Belakang Militer Pada Pemilihan Gubernur Jawa Barat 2008). Pencalonan orang-orang yang berlatar belakang mili...

Full description

Saved in:
Bibliographic Details
Main Author: Agus Yayan, - (Author)
Format: Book
Published: 2008-09-29.
Subjects:
Online Access:Link Metadata
Tags: Add Tag
No Tags, Be the first to tag this record!

MARC

LEADER 00000 am a22000003u 4500
001 repoupi_92994
042 |a dc 
100 1 0 |a Agus Yayan, -  |e author 
245 0 0 |a PERSEPSI MAHASISWA TENTANG KETERLIBATAN CALON GUBERNUR YANG BERLATAR BELAKANG MILITER DALAM PEMILIHAN GUBERNUR JAWA BARAT(Studi Kasus Terhadap Pandangan Aktivis Badan Eksekutif Mahasiswa ITB, UNPAD dan UPI Bandung Tentang Calon Gubernur dengan Latar Belakang Militer Pada Pemilihan Gubernur Jawa Barat 2008) 
260 |c 2008-09-29. 
500 |a http://repository.upi.edu/92994/1/s_pkn_043312_table_of_content.pdf 
500 |a http://repository.upi.edu/92994/2/s_pkn_043312_chapter1.pdf 
500 |a http://repository.upi.edu/92994/3/s_pkn_043312_chapter3.pdf 
500 |a http://repository.upi.edu/92994/4/s_pkn_043312_bibliography.pdf 
520 |a Yayan. Agus. 2008. Keterlibatan Militer dalam Pemilihan Umum (Studi Kasus Terhadap Pandangan Aktivis Badan Ekesekutif Mahasiswa ITB, UNPAD dan UPI Bandung Tentang Calon Gubernur dengan Latar Belakang Militer Pada Pemilihan Gubernur Jawa Barat 2008). Pencalonan orang-orang yang berlatar belakang militer dalam Pilkada semakin marak terjadi di Indonesia, hal ini menimbulkan kekhawatiran masyarakat akan kembalinya TNI menjalankan dwifungsi ABRI, isu kekhawatiran tersebut belakangan menjadi wacana terkait pencalonan orang-orang yang berlatar belakang militer dalam pemilihan gubernur Jawa Barat (Pilgub Jabar). Sementara itu, aktivis mahasiswa di Jabar terkesan tidak respek terhadap isu yang mencuat tersebut apabila dibandingkan dengan paradigma aktivis mahasiswa pada awal reformasi yang aktif menolak pencalonan orang-orang yang berlatar belakang militer, sehingga paradigma aktivis mahasiswa tersebut menjadi hal yang menarik untuk diteliti. Berdasarkan latar belakang diatas, penulis mencoba meneliti tentang pandangan aktivis badan ekesekutif mahasiswa ITB, UNPAD dan UPI bandung tentang calon gubernur dengan latar belakang militer pada Pilgub Jabar 2008, dengan tujuan mendeskripsikan keterlibatan militer dalam pilgub Jabar 2008 berdasarkan konstruksi pandangan dan paradigma aktivis mahasiswa. Pendekatan yang digunakan dalam penelitian ini adalah kualitatif, dan metode yang digunakan ialah dengan wawancara bebas terpimpin. Wawancara dilakukan terhadap subjek penelitian mencakup beberapa responden inti dan beberapa responden terkait lainnya sampai data yang diperoleh mencapai titik jenuh. Hasil penelitian yang penulis peroleh adalah (1) paradigma aktivis mahasiswa berbeda dengan paradigma aktivis mahasiswa angkatan 98 yang menolak militer atau orang yang berlatar belakang militer di ranah politik. Hal ini dikarenakan situasi politik yang berbeda, (2) aktivis mahasiswa menilai prospek reformasi internal TNI masih jauh dari kenyataan di lapangan, (3) dari hasil penelitian tidak ada kekhawatiran dikalangan aktivis mahasiswa akan kembalinya TNI menjalankan kembali dwifungsi ABRI, (4) usaha tim sukses Aman dan tim sukses Da'i dalam kampanyenya dikalangan militer dan dikalangan mahasiswa lebih merupakan pendekatan orang-perorang daripada kampanye secara menyeluruh seperti yang biasa dilakukan kepada masyarakat luas, (5) cagub dan cawagub yang berlatar belakang militer tidak memiliki orientasi terhadap pembangunan politik TNI dengan alasan karena sudah melepaskan "baju" kemiliterannya dan berstatus sebagai purnawirawan,. Saran yang diajukan adalah 1) keterlibatan orang-orang yang berlatar belakang militer dalam pilkada dimanapun tidak selayaknya mendapat kecurigaan dari masyarakat, 2) masyarakat tidak boleh "mengebiri" hak seseorang untuk dipilih, 3) orang-orang yang berlatar belakang militer yang mencalonkan diri dalam Pilkada dimanapun seyogyanya harus bisa menerima kekalahan 4) purnawirawan adalah orang yang sudah tidak memiliki hubungan kedinasan lagi dengan kemiliteran sehingga tidak layak memanfaatkan militer dalam kampanye 
546 |a en 
546 |a en 
546 |a en 
546 |a en 
690 |a L Education (General) 
655 7 |a Thesis  |2 local 
655 7 |a NonPeerReviewed  |2 local 
787 0 |n http://repository.upi.edu/92994/ 
787 0 |n http://repository.upi.edu 
856 |u https://repository.upi.edu/92994  |z Link Metadata