PENGARUH PEMBERIAN EKSTRAK BUAH NAGA MERAH (Hylocereus polyrhizus) TERHADAP GAMBARAN SPERMATOGENESIS TIKUS PUTIH (Rattus norvegicus) GALUR WISTAR YANG DIINDUKSI PAKAN TINGGI LEMAK

Spermatogenesis dipengaruhi oleh stres oksidatif yang dihasilkan dari peningkatan adipokin pro-inflamasi karena pola makan tinggi lemak. Namun, kerusakan sel-sel spermatogenesis diharapkan dapat dicegah dengan alternatif alami yaitu buah naga merah (Hylocereus polyrhizus). Penelitian bertujuan untuk...

Full description

Saved in:
Bibliographic Details
Main Author: Yara Cantika, - (Author)
Format: Book
Published: 2018-04-13.
Subjects:
Online Access:Link Metadata
Tags: Add Tag
No Tags, Be the first to tag this record!
Description
Summary:Spermatogenesis dipengaruhi oleh stres oksidatif yang dihasilkan dari peningkatan adipokin pro-inflamasi karena pola makan tinggi lemak. Namun, kerusakan sel-sel spermatogenesis diharapkan dapat dicegah dengan alternatif alami yaitu buah naga merah (Hylocereus polyrhizus). Penelitian bertujuan untuk menganalisa pengaruh pemberian ekstrak Hylocereus polyrhizus terhadap sel-sel spermatogenesis yang diinduksi pakan tinggi lemak. Penelitian berupa true-experiment. 30 ekor tikus dibagi ke dalam 5 kelompok. Kelompok 1 sampai 4 diberikan perlakuan selama 52 hari dan kelompok 5 selama 104 hari. Kelompok 1 kontrol negatif (K1) diberikan pakan standar, kelompok 2 Kontrol positif (K2) diberikan telur puyuh 10ml/kgBB, kelompok 3 Perlakuan 1 (P1) diberikan telur puyuh 10ml/kgBB dan simvastatin 0,72mg/hari, kelompok 4 Perlakuan 2 (P2) diberikan telur puyuh 10ml/kgBB dan ekstrak Hylocereus polyrhizus dosis 60mg/hari selama 52 hari, dan kelompok 5 Perlakuan 3 (P3) diberikan telur puyuh 10ml/kgBB dan ekstrak Hylocereus polyrhizus dosis 60mg/hari selama 104 hari. Analisis data menggunakan uji One Way ANOVA dilanjutkan uji (P-value=0,05) pada perlakuan 52 hari. Kelompok P1 dan P2 memperlihatkan perbaikan dan peningkatan spermatosit dan spermatid bermakna (p.000<0,05) dibandingkan kelompok K2. Kelompok P2 memiliki rata-rata sel spermatosit dan spermatid lebih tinggi dibandingkan kelompok P1 (p.000<0,05). Kelompok P2 52 hari sebanding dengan kelompok P3 104 hari (p.469>0,05) pada sel spermatid. Ekstrak Hylocereus polyrhizus selain memiliki mekanisme kerja seperti simvastatin juga memiliki kandungan antioksidan dan perlakuan jangka panjang tidak memberikan pengaruh buruk terhadap sel spermatogenesis. Kesimpulannya, ekstrak Hylocereus polyrhizus dosis 60mg/hari dapat memperbaiki dan meningkatkan sel-sel spermatogenesis yang diinduksi pakan tinggi lemak.
Item Description:http://repository.upnvj.ac.id/4815/1/AWAL.pdf
http://repository.upnvj.ac.id/4815/2/ABSTRAK.pdf
http://repository.upnvj.ac.id/4815/3/BAB%20I.pdf
http://repository.upnvj.ac.id/4815/4/BAB%20II.pdf
http://repository.upnvj.ac.id/4815/5/BAB%20III.pdf
http://repository.upnvj.ac.id/4815/6/BAB%20IV.pdf
http://repository.upnvj.ac.id/4815/7/BAB%20V.pdf
http://repository.upnvj.ac.id/4815/8/DAFTAR%20PUSTAKA.pdf
http://repository.upnvj.ac.id/4815/9/RIWAYAT%20HIDUP.pdf
http://repository.upnvj.ac.id/4815/10/LAMPIRAN.pdf