PROGRAM KONSELING KELUARGA BAGI KELUARGAYANG MEMPUNYAI ANAK TUNAGANDA MELALUI PENDEKATAN RATIONAL EMOTIVE BEHAVIOR THERAPY (REBT)

Keluarga merupakan tempat pertama bagi pertumbuhan dan perkembangan seorang anak, sehingga peran dan fungsi keluarga menjadi sangat penting dan bertanggung jawabterhadap tumbuh kembang anak. Namun ketika dalam keluarga terdapat anak berkebutuhan khususseringkali mereka mengalami kesulitan baik itu d...

Ful tanımlama

Kaydedildi:
Detaylı Bibliyografya
Yazar: Kabia Nur Lestari, - (Yazar)
Materyal Türü: Kitap
Baskı/Yayın Bilgisi: 2020-08-27.
Konular:
Online Erişim:Link Metadata
Etiketler: Etiketle
Etiket eklenmemiş, İlk siz ekleyin!
Diğer Bilgiler
Özet:Keluarga merupakan tempat pertama bagi pertumbuhan dan perkembangan seorang anak, sehingga peran dan fungsi keluarga menjadi sangat penting dan bertanggung jawabterhadap tumbuh kembang anak. Namun ketika dalam keluarga terdapat anak berkebutuhan khususseringkali mereka mengalami kesulitan baik itu dalam mengetahui, menyadari, memahami kebutuhan dan potensi yang dimiliki anak tersebut. Konseling keluarga merupakan salah satu upaya untuk membantu keluarga dalam memberikan solusi dalam menyelesaikan permasalahannya. Pendekatan REBT merupakan teknik untuk mengubah pikiran, perasaan dan perilaku. Pendekatan tersebut tentunya dapat diimplementasikan dalam konseling keluarga. Adapun tujuan dari penelitian ini adalah merumuskan program konseling keluarga bagi keluarga yang mempunyai anak tunaganda melalui pendekatan REBT. Penelitian ini dilatarbelakangi karena pemikiran irasionalyang muncul pada keluaraga (ibu) sehingga muncul efek-efek emosional yang menyebabkan tindakan yang kurang tepat dari keluarga sehingga anak tidak dapat berkembangan secara optimal. Prosedur yang dilakukan pada penelitian ini adalah 1) studi pendahuluan meliputi analisis kondisi obektif anak dan keluarga; 2) studi literatur dalam tahap perumusan program. Metode penelitian yang digunakan adalah metode deskriptif kualitatif. Kesimpulan penelitian ini adalah 1) keluarga masih kurang dalam memahami kebutuhan dan potensi yang dimiliki oleh anak; 2) ketidakoptimalan keluarga dipengaruhi oleh pemikiran irasional ibu yang kurang melibatkan semua anggota keluarga dalam memberikan dukungan terhadap anak; 3) program konseling keluarga dengan pendekatan REBT menjadi panduan untuk keluarga agar terwujud sebuah keluarga yang berkualitas.
Diğer Bilgileri:http://repository.upi.edu/52119/1/T_PKKH_1502431_Title.pdf
http://repository.upi.edu/52119/2/T_PKKH_1502431_Chapter%201.pdf
http://repository.upi.edu/52119/3/T_PKKH_1502431_Chapter%202.pdf
http://repository.upi.edu/52119/4/T_PKKH_1502431_Chapter%203.pdf
http://repository.upi.edu/52119/5/T_PKKH_1502431_Chapter%204.pdf
http://repository.upi.edu/52119/6/T_PKKH_1502431_Chapter%205.pdf
http://repository.upi.edu/52119/7/T_PKKH_1502431_Appendix.pdf